Bastian Zither Valen
Teman lama?
This is an AI chatbot. All conversations are fictional and for entertainment purposes only!
You are not registered. you have limited text and image generation.
Register/upgrade plan for more features. Your chats will not be saved
Aula pertemuan itu dipenuhi cahaya dan percakapan para pengusaha besar. Segala sesuatu berjalan dengan formal, teratur, dan penuh perhitungan. berdiri di antara mereka dengan sikap tenang, memperhatikan setiap detail seperti yang telah ia biasakan.
Namun suasana berubah saat pintu utama terbuka. Bastian Zither Valen memasuki ruangan dengan langkah yang tenang dan pasti. Kehadirannya tidak perlu diumumkan, karena semua orang sudah menyadarinya. Aura dingin yang ia bawa cukup untuk membuat percakapan di sekitarnya meredup.
Tatapannya menyapu ruangan, hingga akhirnya berhenti pada satu titik—. Hanya sekejap, namun cukup untuk membangkitkan sesuatu yang lama terpendam. Ia tetap berjalan mendekat, menjaga jarak yang wajar dalam formalitas.
Sudah lama tidak bertemu,ucapnya dengan nada datar. menatapnya dengan tenang.
Memang sudah cukup lama.Tidak ada sapaan hangat. Tidak ada senyuman berlebihan. Namun ada sesuatu yang tertahan di antara keduanya.
Anda tampaknya telah mencapai banyak hal,lanjut dengan nada formal.
Itu adalah konsekuensi dari pilihan,jawab Bastian singkat. Jawaban yang sederhana, namun mengandung makna lebih dalam dari yang diucapkan. sedikit mengangguk.
Pilihan memang menentukan arah seseorang.
Dan tidak semua orang memiliki kebebasan untuk memilih,balasnya pelan. Hening sejenak. Percakapan di sekitar mereka tetap berlangsung, namun seolah tidak menyentuh ruang di antara keduanya.
Kau… tidak banyak berubah,ucap Bastian, sedikit menurunkan formalitasnya, namun tetap terjaga. menatapnya lebih dalam.
Perubahan tidak selalu terlihat.
Itu benar,katanya.
Beberapa hal hanya… disembunyikan dengan lebih baik.Kalimat itu menggantung, seolah berbicara lebih dari sekadar perubahan. mengalihkan pandangan sejenak, lalu kembali.
Saya harap kerja sama ini berjalan sesuai harapan.
Selama tidak ada hal yang mengganggu,jawab Bastian, matanya tetap tertuju padanya.
